Bab 1.Analisis Ekuitas Merek Berbagai Tepung Terigu (Chapter 1. Brand Equity Analysis)
Summarized by Amita Rizka Windyani (Graduate Program of Management and Business, Bogor Agriculutural University, Bogor, Indonesia)
Based on Ujang Sumarwan, et al (2009). Pemasaran Strategik : Strategi untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham (Strategic Marketing : Strategy for Corporate Growth and Shareholder Value)
Bagi konsumen dan produsen, merek sebuah produk berperan penting. Produsen memerlukan merek untuk membedakan produk mereka dengan produk sejenis lainnya yang dihasilkan perusahaan lain. Merek menjadi sangat penting ketika menghadapi persaingan yang amat ketat, sebab sebuah produk harus bisa dipasarkan dan bisa menarik perhatian konsumen. Merek harus dikenal dan dipahami konsumen, karena itu produsen melakukan berbagai kegiatan komunikasi pemasaran agar produknya dikenal, disukai dan dibeli konsumen.
Sementara bagi konsumen, merek juga memiliki beragam arti penting. Diantaranya :
-Merek suatu produk bisa melambangkan kualitas produk yang dihasilkan produsen tertentu.
-Merek bisa memberikan suatu citra tertentu bagi konsumennya
-Merek juga bisa memberikan arti diferensiasi tertentu dengan produk sejenis
Dengan berbagai alasan tersebut, maka produsen harus bisa membangun ekuitas merek (brand equity) dari produknya.
Ekuitas merek adalah nilai atau penghargaan yang dimiliki oleh sebuah merek, sehingga merek tersebut memiliki nilai yang sangat tinggi, citra yang baik, persepsi kualitas yang baik pada diri konsumen, dan selanjutnya konsumen akan membeli dan mengkonsumsi merek tersebut.
Menurut Aaker, terdapat 5 komponen ekuitas merek, yaitu :
1.Brand Awareness
Yaitu kemampuan konsumen mengenali suatu merek sebagai bagian dari kategori produk tertentu. Artinya jika konsumen ditanya apakah ia mengenali merek terigu, ia bisa menyebutkan merek-merek produk terigu.
2.Brand Association
Yaitu kesan, persepsi, sikap, dan citra terhadap suatu merek yang dimiliki oleh konsumen. Persepsi, kesan dan citra ini mungkin berkaitan dengan karakteristik produk tersebut, kaitannya dengan produk pesaing, dengan diri konsumen,
3.Perceived Quality
Yaitu persepsi konsumen terhadap kualitas merek yang diharapkan tersebut. Persepsi tersebut menyangkut keseluruhan aspek dari merek tersebut yang dianggap sebagai sebuah kualitas.
4.Brand Loyalty
Yaitu ketergantungan konsumen terhadap suatu merek yang dibelinya. Konsumen yang loyal terhadap suatu produk adalah konsumen yang selalu mengkonsumsi produk tersebut dan mereka sulit menggantinya dengan yang merek lain.
5.Other proprietary brand assets
Adalah nilai-nilai lainnya yang dimiliki suatu merek.
Bogasari merupakan produsen tepung terigu terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar mencapai 70% melalui berbagai jenis tepung terigu yang diproduksinya. Bogasari menguasai pasar dalam dan luar negeri untuk tepung terigu. Untuk menganalisa ekuitas merek terigu Bogasari dilakukan dengan analisa kesadaran merek (brand awareness), analisa asosiasi merek (brand association) dan loyalitas merek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar